
Cerah,
mendung lagi meresah,
kembali ceria,
lalu merintih gelisah,
dan mulai lagi bahagia….
Kini tanya…
Kenapa tersebut cinta?
Waktukah perajut cinta?
Terbilang lagi kata cinta…
Kembali menjelmalah sosok pecinta…
Oh, Wajahku memerah…
Perutku mulas seketika mereda…
Maaf, ini bukan mual menghina…
Lalu apa…?
Permisi, aku sungguh mau muntah….
. . . . . . . . .
Kuterpaku diam termenung lirih…
Ataukah terpanah haru dengar jangkrik malam merintih?
Kenapa merdunya mendayu berkemasan sunyi?
Bagai [...]

0 komentar:
Posting Komentar